KONFERENSI KERJA III PGRI GUNUNGKIDUL
Sekda:Dana Sertifikasi Tak Dipakai Pejabat

WONOSARI(PGRI) Sekda Gunungkidul Drs H Djoko Sasono MM menyampaikan kegembiraannya, atas kinerja Pengurus PGRI kabupaten Gunungkidul, yang telah berhasil membangun gedung PGRI dengan dana “gotomg royong” dari guru-guru anggota PGRI Gunungkidul. Hal tersebut dikatakan Djoko Sasono dalam Konferensi Kerja (Konker) III PGRI Gunungkidul, Minggu (01/05) di Gedung DPRD Gunungkidul.
Mewakii Bupati Gunungkidul Hj Badingah S Sos, Sekda Gunungkidul membantah adanya anggapan, terlambatnya dana Sertifikasi karena dana tersebut dipakai oleh pejabat.”Itu tidak benar” tegas Sekda. Dibagian lain Sekda juga setuju dengan upaya pengangkatan tenaga ‘honorer’ yang telah diusulkan oleh PGRI Pusat, termasuk diusulkan sertifikasi bagi Penilik TK/SD. Yang disampaikan ketua PGRI Propinsi DIY A Zaenal Fanani SPd, MA.
Dalam laporannya Ketua Panitia Konferensi Kerja III PGRI Gunungkidul Drs Mamad MM, program yang telah dilaksanakan dalam tahaun 2010,bulan April 2010 menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah, bulan Mei- Agustus mengadakan peremajaan dan validasi dan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA), tercatat ada 9.845 anggota PGRI. Kegiatan lainnya meliputi audensi dengan Bupati,pembinaan rohani dan buka bersama pengurus dengan mengundang Ustadz Drs H Zamari.menyelenggarakan turnamen Bola Volly antar cabang se-Gunungkidul, dalam rangka memperingati hari Guru/PGRI. Mnyelenggarakan Seminar dan onser musik orchestra di Gedung Kesenian bekejasama dngan SMK 2 Kasihan Bantul. Menerbitkan Buletin Guru sebagai wadah aspirasi dan media komunikasi antar anggota. Dan pembangunan Gedung Guru yang diharapkan selesai pada tahun ini (2011).
Bahron Rosyid Ketua PGRI Gunungkidul dalam sambutannya, mengajak anggota PGRI dapat menyadarkan guru yang belum masuk menjadi anggota, berdasarkan data ada 11.000 lebih guru yang ada di Gunungkidul, tetapi yang terdaftar baru 9.845 angota.Kepada anggota PGRI yang sudah bersertifikat diharapkan menunaikan tugas lebih baik lagi, jangan sebaliknya setelah mendapat tambahan penghasilan, digunakan untuk hal-hal yang merugikan. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sosialisasi Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI)oleh H Mustangid, didampingi pengurus lainnya.(Tulus.ds)