RAPAT KOORDINASI DAN BUKA BERSAMA PGRI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Wonosari, Senin, 30 Agustus 2010

Salah satu program pengurus bidang kerohanian bekerjasama dengan sekretariat, diadakan rapat koordinasi yang diakhiri dengan buka bersama yang bertempat di gedung Niela Sari Siyono, Playen.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidal, Drs. Kasiyo, M.M, Ustadz Drs. H. Zamari, Dewan Kehormatan PGRI, seluruh Pengurus PGRI Kabupaten dan Kecamatan, LKBH PGRI serta Kepala Sekolah PGRI se kabupaten Gunungkidul.
Ketua PGRI Kabupaten Gunungkidul dalam mukadimahnya menyampaikan informasinya tentang organisasi, pembentukan LKBH, Badan Kehormatan PGRI, pendataan ulang dan pembuatan katru anggota, serta rencana pembangunan gedung guru, Kepala Dinas Dikpora dalam sambutan pengarahannya menyampaikan harapannya kepada PGRI yang sudah memiliki pengetahuan, kedewasaan, pengalaman tentang organisasi untuk memanfaatkan organisasi yang sudah cukup kuat dan kokoh untuk memberikan mafaat bukan hanya kepada anggotanya, tetapi juga kepentingan siswa. Guru diharapkan juga menerapkan falsafah Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa, Tutwuri handayani. berfikir masak untuk menyampaikan suatu opini, pendapat, kritik dan sebagainya, cek matang sebelum dilontarkan ke muka umum, atau melalui SMS agar tidak menjadi fitnah yang dampaknya menimpa balik guru sendiri. Manfaatkan PGRI sebagai sarana mensejahterakan anggotanya dalam memperjuangkan pendidikan.
KH Drs. Zamari, dalam pengajiannya mengingatkan tentang karakter yang menjadi penekanan Mendiknas. Nilai karakter bisa berubah. Sekolah dan Romadhan sebagai sarana mengubah karakter kita. Nilai puasa untuk mengubah karakter versi WHO, SEHAT JIWANYA, SEHAT RAGANYA.
1. Dapat menyesuaikan pada kenyataan secara konstruktif, meski kenyataan itu buruk; Syukur, sabar dan qona’ah. 2. Dapat memperoleh kepuasan dari perjuangan; jihad
3. Merasa lebih puas memberi daripada menerima; shadaqah
Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.
4. Bebas dari rasa tegang dan cemas; Dzikir, tawakal.
5. Dapat berhubungan dengan lingkungan secara tolong menolong dan saling memuaskan; Ta’awun.
6. Dapat menerima kekecewaan untuk dipakai sebagai pelajaran dihari belakang. Dapat menjuruskan rasa permusuhan pada penyelesaian secara kreatif dan konstruktif; Muhaasabah, mawas diri, pemaaf.
7. Mempunyai daya kasih sayang yang besar di samping mempunyai keinginan untuk disayangi; Mahabah.
Pada akhir ceramahnya KH. Drs. Zamari mengajak untuk memanfaatkan puasa untuk merubah karakter temporer yang baik Acara diakhiri dengan buka bersama.