Sebagai tindak lanjut dari  konsolidasi dan koordinasi pengurus PGRI Kabupaten Gunungkidul mengadakan audiensi dengan  Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga beserta jajarannya, Senin, 8 Juni 2009.Drs. H. Bahron Rosyid, M.M.

Dalam mukadimahnya ketua terpilih, Drs. H. Bahron Rosyid, M.M., memperkenalkan pengurus PGRI Kabupaten Gunungkidul Masabakti 2009-2014  hasil Konferkab 14 Februari 2009 yang lalu. Disampaikan pula bahwa 16 dari 18 cabang se Gunungkidul telah melaksanakan Konfercab yang salah satu hasilnya adalah terbentuknya pengurus. Dua Cabang yang belum melaksanakan konfercab adalah Semanu dan Patuk. Drs. H. Bahron Rosyid, M.M., juga menyampaikan kepada Kepala Dinas keberhasilan pengurus masa bakti sebelumnya yang satu di antaranya adalah pembelian tanah seluas + 900 m2 hasil iuran anggotanya. Diharapkan pada akhir masa bakti ini PGRI Gunungkidul sudah akan memiliki sekretariat yang memadai. Sementara ini sekretariat menempati SD 1 Wonosari, SMP 1 Wonosari, dan SKB Dinas Pendidikan.

Dalam hal sertifikasi guru, disampaikan terimakasih kepada Kepala Dinas yang telah memberikan kemudahan para guru mengikuti sertifikasi, serta berjanji akan terus berjuang meyakinkan publik tentang benarnya profesionalisme guru sesuai dengan sertifikat yang dimiliki.

 

Kepala Dinas Dikpora, Drs. Kasiyo, M.M., pada kesempatan ini memperkenalkan pejabat dilingkungan Dinas Dikpora, meliputi Sekretaris dan semua kepala Bidang.Drs. Kasiyo, M.M.

Kepala Dinas   menyampaikan apresiasinya atas kerja PGRI selama ini dan menyampaikan harapannya atas kerja lebih keras lagi agar perjuangan di bidang pendidikan di Gunungkidul.

Beberapa hal lain ditegaskan oleh Kepala Dinas Dikpora yang juga duduk di jajaran Dewan Penasehat PGRI Gunungkidul periode ini. Berikut ini hal-hal yang disampaikan Kepala Dinas:

  1. Mengajak guru untuk menjadi guru profesional, apalagi yang sudah menerima sertfikat sebagai pendidik.
  2. Merapatkan barisan untuk menjaga prestise guru dengan menjaga amanat orangtua dengan memenuhi jam mengajarnya.
  3. Menghindari perilaku negatif baik minuman keras, judi atau yang menjurus merusak keutuhan rumah tangga dan masa depannya sendiri.
  4. Gerakan satu jam membaca bagi siswa di semua jenjang. Untuk jenjang SD mungkin baru sekedar membaca saja, tetapi untuk SMP, SMA dan yang sederajat ditambah dengan memahami isi dan melakukan tindak lanjut dari membaca tersebut.
  5. Menanggapi pertanyaan dari pengurus PGRI Beliau memberikan penjelasan sebagai berikut: Pejabat DinasDikPora
    • Joko Suryanto yang diperkuat oleh Suarni mengeluhkan tidak adanya tenaga TU di SD: Anggaran dari pusat belum memungkinkan karena besarnya dana yang diperlukan untuk 500 an SD. Akan terus diperjuangkan.
    • Kusworo menanyakan tentang prosedur pengusulan karya ilmiah dalam rangka pengembangan profesi: Sementara ini penilai ada pada LPMP. Untuk itu guru harus benar dalam menyusun karya ilmiah untuk dapat diakui sebagai poin pengembangan profesi, dan terhindar dari PAK palsu.
    • Sumarno mengajukan permasalahan beban kerja guru 24 jam dan kewajiban mengajar untuk kepala sekolah: sudah harga mati.

Peserta Audiensi

Selesai audiensi pengurus melanjutkan musyawarah untuk pelaksanaan konkerkab, yang akan dilaksanakan Senin, 29 Juni 2009.

Dewan penasehat yang juga hadir pada audiensi ini juga memenuhi harapan pengurus untuk memberikan arahannya. Berturut-turut berbicara, Drs. H. Mustangid, Drs. Sugeng Bagyo, M.Si, dan Dra. Sri Suhartati.